Rabu, 02 Februari 2011

Sedekah Bumi

Audzu billahi minasyaitoni rajiim.
Bismillahir rokhmannir rokhim
Biarkan Al Qur’an yang bicara
Demi kitab [ Al Qur’an ] yang menjelaskan.Qs.Ad Dukhan 44:2
Demi Kitab (Al Qur'an) yang menerangkan. Qs.Az Zukhruf 43:2

REFORMASI RITUAL SEDEKAH BUMI SESUAI ALQUR'AN DAN HADITS

Bila kita ditanya : Opo sih artine sedekah bumi iku ?...hayo..sopo sing iso njawab lan njelasno maknane..?....Onok... ta..?...ngacuung...
Sedekah bumi atau Bersih desa adalah suatu “ritual budaya”  peninggalan nenek moyang kita sejak ratusan tahun lalu . Dahulu pada masa Hindu ritual tersebut dinamakan “ sesaji bumi/ laut .”  Ada banyak macam ritual sesaji/sesajen, pada budaya hindu,yang sampai saat ini masih banyak kita jumpai,terutama di pulau Bali.        Pada masa Islam , terutama masa Wali songo (500 th yg lalu) ritual budaya “sesaji bumi” tersebut tidak dihilangkan, malahan dipakai sebagai sarana untuk melestarikan /mensyiarkan ajaran Allah yaitu ajaran “Iman dan Takwa” atau didalam bahasa jawa diistilahkan ” eling lan waspodo “ yang artinya :   tidak memper- sekutukan Allah dan selalu tunduk,patuh mengerjakan perintah dan menjauhi larangan AIIah , sebagaimana tercantum di dalam ayat- ayat AI Qur’an dibawah ini:
.......... sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.[ Qs.Al Baqarah 2:177 ].
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [ Qs.Al Imran 3:133-134 ].
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, [ Qs.An Nisa 4:36 ].
Sebagai pewaris para Nabi, tentulah para wali tidak akan berani melenceng dari pengajaran Al Qur’an dan Al Hadist...iyaa...kan...
Inilah ajaran “ Iman dan Takwa “ yang disyiarkan para Nabi/Wali :
1.Tidak mempersekutukan Allah.
2.Selalu mohon ampun bila bersalah/berdosa.
3.Selalu bersedekah,baik lapang maupun sempit.
4.Selalu bisa menahan amarah.
5.Selalu mau memaafkan kesalahan orang lain.
6.Selalu berusaha untuk berbuat kebaikan.
Nah, guna mensyiarkan dan melestarikan ajaran  “ Iman dan Takwa “, maka para Wali menumpang ritual budaya “ sesaji bumi/laut” yang dulunya untuk alam diubah namanya menjadi “ sedekah bumi “ yang diberikan kepada manusia khususnya anak yatim dan fakir miskin tanpa membedakan suku,agama atau golongan...pokoknya manusia...
Makna SEDEKAH :
Kata “sedekah” = sodaqoh=infak=menafkahkan=zakat atau berkorban.
Jadi pengertian sedekah : Menafkahkan,memberikan atau mengorbankan sebagian dari apa saja, rezeki atau karunia Allah yang kita terima, untuk diberikan kepada orang lain yang berhak menerima sesuai aturan Allah, didalam Al Qur’an dan Al Hadist yang shohih:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya . [ Qs.An Nisa 4:59 ]
Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini . [ Qs.Al Jatsiyah 45:20 ].
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. [ Qs.Az Zumar 39:2 ]
Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar kebenaran yang diyakini.       [ Qs.Al Haqqah 69:51 ]
Dan ini lho... ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan SEDEKAH BUMI :
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. [ Qs.Al A’raf 7:10 ]
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.  [ Qs.Al Hijr 15:20 ]
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. [ Qs.Al Baqarah 2:22 ]
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.  [Qs Baqarah2:267 ]
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. [ Qs.Al An’am 6:141 ]
 Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. [ Qs.At Thalaq 65:7 ]

(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. [ QS.Al Baqarah 2:273 ]
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;  [ Qs.Maryam 19:31 ]
Jadi makna SEDEKAH BUMI menurut Al Qur’an ialah: Sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah dengan cara mensedekahkan atau memberikan sebagian hasil bumi/usaha kita secara langsung [ tanpa menunda ] dan harus terus menerus kita lakukan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit selama kita hidup, agar Allah selalu memberkati kita, dimana saja kita berada....Itulah makna syukur yang sebenar-benarnya......
Lantas kepada siapa dan bagaimana hukumnya sedekah itu menurut Allah?
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. [ Qs.Al Baqarah 2:215 ].
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,  [ Qs.An Nisa 4:36 ]
Sesungguhnya zakat-zakat atau sedekah-sedekah itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [ Qs.At Taubah 9:60 ]
Subhanallah...betapa amat jelasnya, penjelasan dari Allah diayat-ayat yang tersebut diatas, tentang siapa yang berhak menerima sedekah kita. Dan jelas pula hukumNya tentang sedekah yaitu : SEBAGAI SESUATU KETETAPAN YANG DIWAJIBKAN ALLAH....Hayoo cari diayat mana yang wajibnya melebihi sedekah?....Tidak ada....iya kan...
Lalu siapa sih sesungguhnya yang menerima sedekah-sedekah kita?
Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?  [ Qs.At Taubah 9:104 ]
ALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMD.....Betul-betul suatu kemulyaan bagi mereka yang bersedekah, bahwasanya secara hakekat ALLAH SENDIRI yang menerima sedekah kita...sadaqollah huladzhim....... kalo..gitu.. sak temene Gusti Allah iku.. sering ngumpet dimana...hayoo dimana..ya..?. ya.. dianak yatim dan fakir miskin...makanya saat bersedekah mendoalah..... kan lagi deket ama Allah yang lagi “ nampani “ sedekah kita....paham....?...
Kemudian kenapa  budaya sedekah bumi ini juga disebut ” BERSIH DESA” ?
Secara nyata/dhohir bersih desa artinya ialah membersihkan lingkungan desa dari kotoran, sampah dan kekumuhan. Dan ini bisa kita lakukan sendiri atau dengan cara kerja bakti dari warga desa.
Adapun bersih desa yang dimaksudkan oleh para Wali tentulah harus sesuai dengan ajaran Allah yakni Al Qur’an dan Al hadist:
Dan pada harta-harta mereka [kita semua] ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.              ..[ Qs.Adz Dzariyat 51:19 ]
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.    [ Qs.At Taubah 9:103 ]
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [ Qs.Al Baqarah 2:271 ]
Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,
yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,
padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. [ Qs.Al Lail 92:17-20 ]
Ternyata menurut Allah, pada harta kita ada haknya fakir miskin. Dan ini kalau kita sedekahkan pada mereka, maka Allah akan mengampuni dosa kita,membersihkan kita dan mensucikan jiwa kita atau jiwa warga desa. Rupanya inilah hikmah yang terkandung diritual budaya peninggalan adiluhung ini....Betapa mulianya ajaran kepedulian atau kasih sayang ini...
Fadilah atau manfaat melakukan “sedekah” menurut Allah [ Al Qur’an ] :
1.Harta yang kita sedekahkan akan diganti oleh Allah.
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. [ Qs. Saba’ 34:39 ]
2.Akan dibebaskan/ dilapangkan dari kesempitan rezeki atau kehidupan.
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. [ Qs.At Thalaq 65:7 ]                 
3.Harta kita akan dilipat gandakan oleh Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. [ Qs.Al Hadid 57:18 ]
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [ Qs.Al Baqarah 2:261 ]
4.Akan dihilangkan kekhawatiran dan kesedihan hatinya oleh Allah.
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [ Qs.Al Baqarah 2:274 ]
5.Akan mendapatkan derajat yang tinggi,ampunan dan rezeki yang mulia.
.....(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. [ Qs.Al Anfal 8:3-4 ]
6.Dianggap melakukan kebajikan yang sempurna oleh Allah.
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. [ Qs.Al Imran 3:92 ]                         
7.Sedekah adalah perbuatan amal soleh dan balasannya adalah surga.
Barang siapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.[ Qs.An Nisa 4:124 ]
Dan masih banyak lagi manfaat sedekah yang disebutkan dalam Al Qur’an.
Begitu pentingnya melakukan sedekah,ada banyak sebutan dan ancaman Allah yang ditujukan bagi hambanya apabila tidak menjalankan kewajiban sedekah atau zakat. Inilah sebagian ayat-ayatnya dalam Al Qur’an :
1.Dianggap kikir bin pelit alias medit dan munafik oleh Allah.
Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shaleh.
Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).
Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. [ Qs.At Taubah 9:75-77 ]

2.Akan menyesal saat sakarotul maut dan pengen balik kedunia lagi..

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?" [ Qs.Al Munafiqun 63:10 ]
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan...[Qs.Al Mukminun 23:99-100]

3.Akan disempitkan atau dibatasi rezekinya oleh Allah.

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin...
,[ Qs.Al Fajr 89:16-18 ]

4.Dianggap pendusta agama oleh Allah, biar udah sholat tetap akan celaka.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Itulah orang yang tidak peduli anak yatim,
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
orang-orang yang berbuat ria.
dan enggan (menolong dengan) barang berguna. [Qs.Al Maun 107:1-7 ]
5.Dianggap musyrik atau mempersekutukan Allah dengan harta.
Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya),
(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat. [ Qs.Al Fushilat 41:6-7 ]
Padahal musyrik/ syirik itu adalah dosa besar yang tidak diampuni Allah.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar..[Qs.An Nisa 4:48]
Dan orang-orang musyrik ini dianggap “najis” oleh Allah.
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.[Qs.At Taubah 9:28]
6.Karena munafik dan mencela orang yang bersedekah maka akan diadzab.
(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka adzab yang pedih. [ Qs.At Taubah 9:79 ]
7.Dijamin masuk neraka tanpa hisab,walau telah sholat,puasa atau berhaji 7 kali.
(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini.
Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. [ Qs.Al Haqqah 69:30-36 ]
Itulah sebagaian ayat-ayat yang menjelaskan tentang ancaman Allah kepada kita, bila kita tidak mau bersedekah....ngeri banget ya...padahal masih banyak ayat-ayat lain yang serupa..audzu billah min dzalik...
Dibawah ini kami sampaikan hadist-hadist Rosul yang berkaitan dengan perintah sedekah atau menafkahkan harta Allah :
“Orang yang Pemurah itu dekat dengan Allah,dekat dengan surga,jauh dari neraka. Dan orang yang kikir/pelit itu sangat jauh dari Allah,sangat jauh dari manusia,sangat jauh dari surga dan sangat dekat dengan neraka. Orang yang bodoh tapi Pemurah lebih disukai Allah dari pada ahli ibadah tapi peliiit...[ HR.Tirmidzi ]
“Perbuatan apakah yang terbaik dalam Islam? Jawab Nabi : Memberi makan/sedekah kepada fakir miskin dan memberi salam pada orang yang kau kenal dan belum kau kenal...[ HR.Buchory-Muslim ]
“Dan tangan yang diatas [memberi], lebih baik  atau lebih mulia dari tangan yang dibawah [yang menerima]....[ HR.Muslim ]    
“Tiap-tiap para hamba Allah menempuh waktu paginya tentulah ada dua malaikat yang turun berdoa,yang satu berdoa: Ya Allah berilah ganti yang berlipat ganda pada orang yang suka memberi. Yang kedua berdoa: Ya Allah berilah pada orang yang peliit itu kehancuran pada hartanya....   [HR.Buchory-Muslim ]
“Jagalah dirimu dari sifat peliit, karena sifat peliit itu membinasakan umat-umat sebelum kamu,mendorong mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan semua yang diharamkan Allah..[ HR.Muslim ]
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah demikian uraian kami tentang ritual budaya “ SEDEKAH BUMI atau BERSIH DESA “ menurut Al Quran dan Al Hadist yang sohih saja. Mengapa kami hanya memakai referensi dua kitab mulia tersebut? Ini semata-mata karena kami tidak ingin terjebak kedalam opini pribadi atau kelompok, lebih-lebih dengan mengada-adakan atau menceritakan legenda yang nantinya hanya menjadi dongeng sebelum tidur saja. Padahal ritual budaya yang telah disempurnakan oleh para Wali ini, sangat sarat makna dan hikmah bila kita lakukan sesuai Al Qur’an.
HARAPAN BERSAMA .
Juga kami, Paham Qur’ani Tombo Ati dengan kerendahan hati mohon maaf atas segala kekurangan kami dan insya Allah kami siap untuk diajak belajar bersama dalam memahami Al Qur’an, kitab pedoman hidup kita semua.
Semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah agar selalu melaksanakan 6 M yaitu : Selalu Membaca, Mempelajari, Memahami, Melaksanakan, Mensyiarkan dan Melestarikan Al Qur’an, secara kaffah tanpa mengharapkan upah atau imbalan, karena Allah memang melarang kita :
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al Qur'an)". Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat. [Qs.Al An’am 6:90]
Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini, Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan (nya)?" [QS.Hud 11:51]
Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. [Qs.Shaad 38:86]
Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.[Qs.25:57]
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.[Qs.26:109,127,.]
ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk..[Qs.36:21]
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.[Qs.42:23]
Ada 16 ayat Al Qur’an yang melarang kita merima upah atau balasan dalam berdakwah [tangan diatas lebih mulia dari tangan yang dibawah]. Andai kita bisa menjalani, insya Allah dan pasti seperti seperti itulah syiar yang dilakukan oleh para Nabi dan Wali. Mereka lebih mengutamakan contoh perbuatan [ uswahtun ] yang baik, dari pada cuma mengatakan atau omong doang tanpa karya nyata. Apalagi ada statemen Allah didalam Al Qur’an bahwasannya Allah benci banget sama orang yang syiar aja tanpa karya nyata,menyembunyikan wahyu atau jual ayat :
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. [Qs.Shaaf 61:2-3]
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir? [Qs.Al Baqarah 2:44]
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. [Qs.Al Baqarah 2:174]
Dan ini yang penting kita ketahui bahwa janji Allah didalam Al Qur’an itu benar, makanya jalani yang baik-baik aja..ya...ben selamet....
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan shaleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah? [Qs.An Nisa 4:122]
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (nya)...[Qs. Yunus 10:55]
(sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
[Qs.Ar Rum 30:6]
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi.
[Qs.Al Mursalat 77:7.....Shadaqallahul azhiem....
                                       PENUTUP
Sebagai penutup, marilah kita renungkan dalam-dalam filosopi ajaran Iman dan Takwa yang disampaikan oleh Sunan Drajat [ sampai sekarang tertulis disamping makam beliau ], dibawah ini :
...Wenehono mangan marang wong kang luwe........
...Wenehono busono marang wong kang mudo......
...Wenehono  teken marang  wong kang wuto.......
...Wenehono ngiyup marang wong kang kudanan.....
[ Berilah makan pada orang yang lapar, berilah pakaian pada orang yang telanjang, berilah tongkat/petunjuk pada orang yang buta/tersesat, berilah perlindungan pada orang yang menderita/ teraniaya ]...Subhanallah Allahu akbar...Inilah perwujudan ajaran Iman dan Takwa yang di-aplikasikan/ di- praktekan para Wali...Mereka senantiasa selalu memberi...memberi.... dan memberi.....mengapa ?.....karena mereka/ kita juga senantiasa....menerima ....menerima.....dan ...menerima...terus karunia Allah, yang andaikata kita hitung-hitung tidak akan mungkin kita bisa menghitung nikmat Allah yang diberikan kepada kita,...nih ayatnya :
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).[Qs.Ibrahim 14:34]
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..[Qs.An Nahl 16:18]
Dadi cekak cukupe “ yen mari nerimo yo...wenehke..ojo digegem wae ”, inilah bentuk syukur atau terima kasih yang sebenar-benarnya...HABIS TERIMA..YA...NGASIH... tul nggak...ya..iyalah....paham..?..semoga....
Akhirul kalam selamat melaksanakan ritual budaya “ SEDEKAH BUMI atau BERSIH DESA “ tetapi jangan sampai keluar dari ajaran yakni “ IMAN dan TAKWA “, mohon maaf lahir batin, jayalah bumiku..jayalah desaku...jayalah bangsaku dan negaraku..aamin ya robbal alamin...wallahu a’lam bishowab.
Wassalamu’alaikum warokhmatullahi wabarokatuh.

Note: Atas rahmat dan karunia Allah acara santunan “ Yatim dan Fakir “ dan buku bunga rampai “  Ritual budaya SEDEKAH BUMI/BERSIH DESA “
Ini terwujud dan juga berkat partisipasi saudara-saudara kita yakni :
Paham Qur’ani Gresik, Komunitas Wira Usaha Tangan Diatas Gresik, Taman Qur’ani Surabaya, Remaja Peduli Sesama Mushola Tombo Ati, PQ Palembang, UD. Kurnia Agung, UD. Sumber Makmur,UD. Sumber Wangi, CV. Samudera Perdana, CV. Cipta Karya, UD. Hikmah Hidayat, Izzoku, SA-Tech, Trijaya Hardware Indonesia, Cak Basori, Cak Ari Gunawan LH, Cak Hartono, NN jkt,H.Mukan.........dan lain-lain... jazakumullahi tasliman katsira......
==========================================================
                Utk cover blkng....tanpa tulisan arab,...
UUD 45 psl 34 ayat 1 : Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara [tanggung jawab] negara.
Lalu bagaimana menurut Allah [ Al Qur’an ], nih surat dan ayat-ayatnya :
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.[Qs. Al Baqarah 2:215]
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, [Qs.An Nisa 4:36]
Ternyata Allah mewajibkan juga kepada kita selaku warga negara, untuk peduli dan mengurus mereka juga. Semoga kita bisa menjadi warga yang baik dan bertanggung jawab sesuai aturan Allah dan negara....Aamin.

Paham Qur’ani Gresik [ PQta ].
Komunitas Wira Usaha Tangan Diatas [ KWTDA ]
Sekretariat : “ MUSHOLA TOMBO ATI “, Jln. DR. Wahidin Sudirohusodo 999 dsn. Sumber Rt02/RwII, ds. Kembangan, kec. Kebomas kab. Gresik.
Telp.031-72405115, 031-6027966, 081 3300 13383 E-mail : www.pahamquranigresik@gmail.com.
Klik: www.pahamquranigresik.blogspot.com
Klik: www.PARASITTOX.blogspot.com
Klik: www.NGAJIQURANIGRESIK.blogspot.com
             





































































Bhineka Tunggal Ika yg Qurani




Aku berlindung kepada Allah dari godaan bisikan dan
kedatangan iblis syaithan yang terkutuk
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang


MEWUJUDKAN BHINEKA TUNGGAL IKA
YANG QUR’ANI DI BUMI PERSADA INDONESIA

Indonesia disebut sebagai negara kepulauan, karena terdiri dari berbagai pulau-pulau, tiap-tiap pulau memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, baik berupa suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama, hukum dan lainnya.  Perbedaan ini merupakan kekayaan yang dimiliki sebuah bangsa yang tidak mungkin dihilangkan karena merupakan kebesaran Allah yang dititipkan kepada Manusia.
Para pendiri Bangsa Indonesia telah menyadari dan terilhami oleh petunjuk-petunjuk Allah bahwa hal itu merupakan fitrah (sunatullah) yang harus diterima oleh manusia. Akan tetapi dari banyak perbedaan tersebut semua manusia bertujuan ingin menjadi mahluk yang bahagia aman dan sentosa di muka bumi.
Untuk mewujudkan tujuan bersama para pendiri Bangsa membentuklah sebuah tekad bersama yang terkenal dengan sebutan ”BHINEKA TUNGGAL IKA” (Berbeda-beda tetap satu tujuan) dan semboyan ini dijadikan falsafah bangsa Indonesia.
Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, rupanya  bagus  dan paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS.95:4).
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nya-lah kembali (mu). (QS.64:3)
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. (QS.40:64)
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS.17:70)
Walaupun manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya dan paling sempurna akan tetapi sifat - sifatnya dijadikan  Allah tidak baik dan serba kekurangan. 
Sifat-sifat yang tidak baik itu adalah :
1.     Manusia diciptakan dalam keadaan lemah
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS.4:28)
Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. 30:54)
2.     Bersifat keluh kesah lagi kikir
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,        (QS. 70:19 - 21)
3.     Bersifat tergesa-gesa
Manusia telah dijadikan (bertabiat)tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda(azab)Ku. Maka janganlah kamu minta kepadaKu mendatangkannya dengan segera. (QS. 21:37)
dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (QS. 17:11)
4.    Bersifat bodoh dan suka membantah
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. 33:72)
Mereka menjawab:"apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) ilah-ilah kami Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar". (QS. 46:22)
Ia berkata : " Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kau yang bodoh". (QS. 46:23)
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai, (QS. 51: 10 - 11)
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.  (QS. 18:54)
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (QS.16:4)
5.     Manusia mudah berputus asa
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya niscaya dia akan berkata:"Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga, (QS. 11: 9 - 10)
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17:83)
Dan apabila Kami rasakan suatu rahmat pada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu.Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.    (QS. 30:36)
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. (QS. 41:49)
Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata:"Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari  itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Rabbku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya". Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras. (QS. 41:50)
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa. (QS. 41:51)
6.     Apabila diberi kesusahan mau taubat, apabila diberi kebahagiaan berpaling tidak bersyukur
Dan apaabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Ilah-Nya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Ilah merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebahagian dari pada mereka mempersekutukan Rabbnya, (QS. 30:33)
7.     Manusia bersifat lengah terhadap tanda-tanda kebesaran Tuhan
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (QS.10:92)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS. 7:172)
Karena sifat manusia dijadikan semuanya tidak baik dan lemah maka manusia tidak bisa hidup sendiri tetapi membutuhkan manusia yang lain, ketika manusia saling membutuhkan diantara sesamanya Allah menciptakan manusia banyak perbedaan – perbedaan yaitu :

  1. BERBEDA JENIS KELAMIN DAN SUKU BANGSA
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13)
dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, (QS.53:45)
dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, (QS.78:8)
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. (QS.51:49)
2.     BERBEDA PENDAPAT
Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, (QS.51:8)
3.     BERBEDA WARNA KULIT DAN BAHASA
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.  (QS. 30:22)

4.     BERBEDA SYARIAT DAN KEYAKINAN
Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari`at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari`at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu.Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (QS. 22:67)
5.     BERBEDA CARA SEMBAHYANG
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. 24:41)
  1. BERBEDA DERAJAT
Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ".(QS.6:165)
  1. BERBEDA USAHA
sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. (QS.92:4)
8.         BERBEDA KEADAAN
Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (QS.17:84)

9.                 BERBEDA KIBLAT
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ".(QS. 2:148)

APA MAKSUD DAN TUJUAN ALLAH MENCIPTAKAN BANYAK PERBEDAAN DIANTARA MANUSIA ?
1.          Allah menciptakan segala apa yang ada di langit dan di bumi serta penciptaan terhadap manusia dan perbedaannya tidak ada yang sia-sia.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS.3:190)
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS.3:191)

2.         Untuk menguji manusia untuk siap menerima perbedaan dan membuktikan tanda-tanda kebesaran  terhadap manusia
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (QS.16:93)
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS.5:48)
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. (QS.11:118)
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.
Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (QS.10:99)

Karena Allah menyuruh manusia berfikir positif dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, maka yang harus dikerjakan manusia adalah :

1.           Memperbanyak saudara, saling kenal mengenal dan saling membutuhkan.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13)
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS.4:1)
2.           Berbuat baik kepada siapa saja diantara manusia dengan tidak membeda-bedakan atribut (suku bangsa, agama, derajat, usaha dan lainnya)
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS. 2:83)
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS.4:36)

3.           Ber kata-kata yang lemah lembut dengan tidak menyakiti sesama manusia
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS.3:159)
4.           Tidak memaksakan kehendak
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Qur'an orang yang takut kepada ancaman-Ku. (QS.50:45)
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, (QS.88: 21 - 22)

5.           Bersipat terbuka dan Selalu mencari yang terbaik dalam segala apapun.
yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (QS. 39:18)

6.           Tidak merasa dirinya paling suci dan tidak saling menghina keyakinan masing-masing
(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (QS.53:32)
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS.6:108)
Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. (QS. 22:17)

7.           Tidak berburuk sangka dan mencari-cari  kesalahan orang lain atau kelompok.
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS.49:11)
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS.49:12)

8.           Tidak membangga-banggakan kelompok, golongan atau agama
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. (QS. 23:52)
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). (QS. 23:53)
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu. (QS. 23:54)

9.           Tidak membuat kerusakan di muka bumi akan tetapi saling menjaga dan melestarikan
Dan Syu`aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. (QS.11:85)
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; (QS. 26:181)
dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. (QS. 26:182)
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; (QS. 26:183)
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".        (QS. 26:184)
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. 7:56)

Harapan Kita Semua
Menuju Indonesia Sejahtera Mandiri
Amin…… PQta Gresik